News – Dalam satu bulan negeri kita tercinta di guncang dua kali gempa bumi dahsyat. Setelah 2 September mengguncang Jawa Barat dengan korban yang tidak sedikit, Rabu (30/9) kemarin gempa berkekuatan besar mengguncang wilayah Sumatra Barat sekitar pukul 17.16 WIB. Selain terjadi kepanikan luar biasa di padang dan sejumlah kabupaten di pulau Sumatera. Gempa berpusat di lokasi 0,84 LS – 99,65 BT terjadi di 71 Km atau 75 Km barat daya pariaman, Sumatra Barat, dampak akibat gempa ratusan rumah, bangunan perkantoran, tempat-tempat perbelanjaan dan rumah sakit ambruk, sambungan telepon putus, kota padang menjadi gelap karena listrik padam, pasar raya kota padang dan sejumlah gedung di kota padang terbakar. Bandara internasional ditutup, penerbangan dari dan yang akan ke padang di batalakan. Diperkirakan jumlah korban gempa bumi di Sumatra Barat akan terus bertambah, pasalnya ratusan warga di kawasan kota tempat pendidikan, institusi pemerintahan serta kawasan kampung keturunan terjebak di tengah reruntuhan gedung bertingkat akibat guncangan gempa. Situasi di wilayah kampung keturunan porak poranda karena sebagian besar bangunan berupa rumah toko (Ruko) roboh, kawasan ini merupakan salah satu pusat bisnis di tengah kota padang terdapat show room mobil, mnimarket, dealer sepeda motor dan perkantoran swasta, selain gedung rata dengan tanah banyak ruko bertingkat tiga runtuh menjadi satu tingkat yang mengakibatkan sebagian pekerja terjebak di dalamnya. Provinsi Sumbardi guncang gempa dua kali, setelah pukul 17.16 WIB gempa kembali mengguncang pukul 17.38 WIB dengan kekuatan 6.2 SR, sejak pertama mengguncang sebagian besar warga padang dibuat panik. Situasi lalu lintas di wilayah kota semrawut akibat masyarakat menghentikan kendaraanya dan berlindung di tempat yang dianggap aman, ribuan warga mengnsi karena khawatir akan terjadi gempa susulan. BEC Surabaya dan sekitarnya menghimpun dana membantu korban gempa Sumbar, bantuan yang telah dikirimkan senilai Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) diserahkan kepada para korban gempa melalui perkumpulan HTT (Himpunan Tjinta Teman ) dan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) melalui perkumpulan sosial HBT (Himpunan Bersatu Teman). Rombongan BEC Surabaya berangkat ke padang melihat langsung lokasi bencana dan mendata kebutuhan apa yang sangat diperlukan. Dari data yang diperoleh kebutuhan yang sangat diperlukan para korban yaitu kebutuhan yang sifatnya siap pakai.