Archive for November, 2009

Fang Sen & Ruwatan Kali Brantas

Friday, November 13th, 2009

News – Minggu (16/08) Buddhist Education Center (BEC) Surabaya mengadakan Fang Sen / ruwatan kali surabaya yang bekerja sama dengan Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) EGP, Jasa Tirta I, The Get Smart Grants Programme (SGP) Fang Sen sesungguhnya merupakan tindakan untuk menebar cinta kasih kepada semua makhluk. Kita dengan melepas makhluk tersebut ke alam bebas maka kita telah menebarkan cinta kasih. Perbuatan ini merupakan perbuatan yang sangat positif untuk melatih diri kita melakukan perbuatan baik dengan memunculkan benih cinta kasih. Fang Sen yang dilakukan sesungguhnya didasari pada harapan agar semua makhluk hidup berbahagia dan bebas dari penderitaan.
Fang Sen tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, Kegiatan ini diawali dengan pembacaan parita oleh Bhante yang memimpin kegiatan ini, kemudian dilanjutnya dengan pemercikan air parrita kepada hewan yang akan dilepaskan ke alam bebas dan umat yang mengikuti kegiatan Fang Sen. Setelah itu, hewan-hewan tersebut dibawa ke sungai dan dilepaskan ke alam bebas.
Dengan melakukan Fang Sen berarti kita telah berkontribusi dalam menjaga ekosistem untuk menghindari dari kepunahan spesies-spesies. Kita mengembalikan mereka ke habitatnya sehingga mereka dapat bereproduksi untuk menghasilkan hewan-hewan baru. Sebuah tebaran cinta kasih yang mulia.Umat Buddha memandang Fang Sen ini merupakan kegiatan yang penting dan perlu untuk dilaksanakan secara terus-menerus. Hal ini karena Fang Sen memiliki makna spiritual yang sangat dalam, yaitu : Pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Salah satu cara untuk purifikasi karma buruk, khususnya karma membunuh, yaitu dengan melakukan hal yang berkebalikan (antidote). Dengan Fang Sen, kita telah memperpanjang umur makhluk hidup, yang berkebalikan dengan mengambil nyawa dari makhluk lain.
Pelepasan terhadap satwa mengandung arti dengan melepaskan penderitaan hewan dapat hidup bebas dihabitatnya diharapkan dengan perbuatan serupa tersebut kita pun dapat terbebas dari segala kesulitan dan kesukaran hidup yang kita hadapi dan alami. Pengaruh ekosistem, yaitu kegiatan ini ikut menjaga dan memelihara keseimbangan alam, baik habitat yang hidup di air maupun di darat karena kita mengenal adanya hukum alam. Keseimbangan alam akan mempengaruhi hidup manusia. Oleh karena itu kita perlu bijaksana dalam mengatur dan memanfaatkan alam semesta. Tindakan penggalian alam secara maksimal tanpa ada upaya menjaga keseimbangan akan membawa bencana pada manusia nantinya.
Buddha Dharma adalah ajaran yang sangat menghargai kehidupan. Setiap makhluk hidup (sekecil apapun) adalah sama berharganya dengan diri kita. Buddha Dharma mengajarkan bahwa tidak ada seorangpun yang berhak mengakhiri kehidupan makhluk lain dengan alasan apapun. Dalam Kitab Suci Tripitaka, bagian Anguttara Nikaya III, 203, Buddha mengajarkan lima aturan moral (sila) yang dikenal dengan Panca Sila Buddhis. Kelima sila tersebut adalah bahwa seorang umat Buddha bertekad melatih diri menghindarkan diri dari: pembunuhan makhluk hidup, perbuatan pencurian, perbuatan asusila, ucapan yang tidak benar, minuman yang menyebabkan kesadaran berkurang.

BEC Surabaya Peduli Gempa Padang

Friday, November 13th, 2009

News – Dalam satu bulan negeri kita tercinta di guncang dua kali gempa bumi dahsyat. Setelah 2 September mengguncang Jawa Barat dengan korban yang tidak sedikit, Rabu (30/9) kemarin gempa berkekuatan besar mengguncang wilayah Sumatra Barat sekitar pukul 17.16 WIB. Selain terjadi kepanikan luar biasa di padang dan sejumlah kabupaten di pulau Sumatera. Gempa berpusat di lokasi 0,84 LS – 99,65 BT terjadi di 71 Km atau 75 Km barat daya pariaman, Sumatra Barat, dampak akibat gempa ratusan rumah, bangunan perkantoran, tempat-tempat perbelanjaan dan rumah sakit ambruk, sambungan telepon putus, kota padang menjadi gelap karena listrik padam, pasar raya kota padang dan sejumlah gedung di kota padang terbakar. Bandara internasional ditutup, penerbangan dari dan yang akan ke padang di batalakan. Diperkirakan jumlah korban gempa bumi di Sumatra Barat akan terus bertambah, pasalnya ratusan warga di kawasan kota tempat pendidikan, institusi pemerintahan serta kawasan kampung keturunan terjebak di tengah reruntuhan gedung bertingkat akibat guncangan gempa. Situasi di wilayah kampung keturunan porak poranda karena sebagian besar bangunan berupa rumah toko (Ruko) roboh, kawasan ini merupakan salah satu pusat bisnis di tengah kota padang terdapat show room mobil, mnimarket, dealer sepeda motor dan perkantoran swasta, selain gedung rata dengan tanah banyak ruko bertingkat tiga runtuh menjadi satu tingkat yang mengakibatkan sebagian pekerja terjebak di dalamnya. Provinsi Sumbardi guncang gempa dua kali, setelah pukul 17.16 WIB gempa kembali mengguncang pukul 17.38 WIB dengan kekuatan 6.2 SR, sejak pertama mengguncang sebagian besar warga padang dibuat panik. Situasi lalu lintas di wilayah kota semrawut akibat masyarakat menghentikan kendaraanya dan berlindung di tempat yang dianggap aman, ribuan warga mengnsi karena khawatir akan terjadi gempa susulan. BEC Surabaya dan sekitarnya menghimpun dana membantu korban gempa Sumbar, bantuan yang telah dikirimkan senilai Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) diserahkan kepada para korban gempa melalui perkumpulan HTT (Himpunan Tjinta Teman ) dan Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) melalui perkumpulan sosial HBT (Himpunan Bersatu Teman). Rombongan BEC Surabaya berangkat ke padang melihat langsung lokasi bencana dan mendata kebutuhan apa yang sangat diperlukan. Dari data yang diperoleh kebutuhan yang sangat diperlukan para korban yaitu kebutuhan yang sifatnya siap pakai.